Kerbau masif itu menatap kami, matanya yang marah dan tanduknya memancarkan cahaya dari senter pendamping Masai. “Yi-yi-yi!” teriak Masai sambil mengibaskan senternya dengan keras. Kerbau itu berdiri tak bergerak. “Yi-yi-yi!” Kerbau itu menerjang ke arah kami dan berhenti. Sekali lagi, Masai berteriak dan melambaikan senternya, waktu crusher komisi kerbau melenggang di malam hari, dan kami